IDENTIFIKASI
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ( BUDIDAYA IKAN MAS) MELALUI 10 PATOKAN DIKNAS DI PANTI
ASUHAN SYUBBAANUL WATHON DI KECAMATAN TAWANG (KOTA TASIKMALAYA)
Panti asuhan Syubbaanul Wathon yang
terletak di jl. Sutisna Senjaya no. 147, kel. Cikalang, kec. Tawang, kota
Tasikmalaya tersebut, berdiri pada 14 Desember 1987. Jumlah anak disana yaitu
138 dengan jumlah laki-laki sebanyak 72
orang dan 66 orang perempuan, dari mulai balita hingga dewasa (SD, SMP, SMA,
dan Mahasiswa). Selain menjadi panti asuhan, terdapat juga pondok pesantren,
PAUD, dan beberapa program pemberdayaan bagi anak- anak panti tersebut
diantaranya pelatiha menjahit, bertani, berniaga, dan budidaya ikan Mas.
Adapun
program pemberdayaan masyarakat yang akan diidentifikasi yaitu Pelatihan
Budidaya Ikan Mas di panti asuhan tersebut dengan 10 Patokan Diknas sebagai
berikut :
1.
Warga
Belajar
Warga belajar di Panti Asuhan Syubbaanul Wathon
terdiri dari murid remaja hingga dewasa laki-laki dari mulai 13- 21 tahun yang
tinggal di panti asuhan tersebut . Jumlah
murid yang mengikuti pelatihan budidaya ikan Mas tersebut yaitu sebanyak 20
orang, dan 5 orang sebagai guru yang biasa disebut dengan Akang, yang berusia
30-35 tahun. Akang- akang di Budidaya Ikan Mas tersebut, rata- rata berasal
dari Budidaya Ikan Mas yang sudah mahir dan mampu mengelolanya.
2.
Ragi
Belajar
Agar dapat memotivasi para murid di pelatihan
budidaya tersebut menjadi lebih bersemangat dan tidak malas, maka para murid
boleh menjual hasil Budidaya Ikan Mas tersebut ke pasar terdekat atau
lingkungan sekitar. Dengan hal itu para murid menjadi lebih bersemangat karena
selain mendapatkan ilmu tentang Pembudidayaan Ikan Mas, mereka juga mendapatkan
keuntungan dari apa yang mereka budidayakan.
3.
Sumber
Belajar
Sumber belajar di Pelatihan Budidaya Ikan Mas
tersebut merupakan akang- akang alumni yang sudah ahli dalam pembudidayaan ikan
mas di panti asuhan Syubbaanul Wathon dan sumber lainnya yaitu menggunakan
buku- buku yang berhubungan dengan pembudidayaan ikan mas.
4.
Kelompok
Belajar
Didalam Pelatihan Pembudidayaan Ikan Mas ini, para
Akang akan mengadakan “Bedah Balong” setiap 5 bulan sekali yang kemudian
dijadikan bahan evaluasi, apakah budidaya tersebut sudah mencapai target atau
belum.
5.
Pamong
Belajar
Pamong belajar di Pelatihan Pembudidayaan Ikan Mas
adalah akang (guru) yang berjumlah 5 orang.
6.
Tempat
Belajar
Proses pelatihan pembudidayaan ikan mas berlangsung
di satu tempat saja. Berhubung dengan pembudidayaan ikan, maka dilangsungkan
secara output atau diluar ruangan yaitu di halaman panti asuhan tersebut yang
sudah terdapat kolam ikan sebagai sarana untuk pembudidayaannya.
7.
Sarana
Belajar
Ada beberapa sarana dan prasarana dalam pembudidayaan
ikan mas di panti asuhan Syubbaanul Wathon, diantaranya yaitu buku- buku
mengenai pemberdayaan ikan mas, kolam ikan yang terdiri dari 2 kolam ikan
(kolam semi beton dengan dasar kolam tanah). Kedua kolam ini berfungsi untuk
kolam induk dan pemijahan. Adapun peralatan yang dibutuhkan yaitujaring hava
untuk larva, jaring hava untuk benih,
seser segi tiga, dll. Sedangkan prasarana yang digunakan yaitu sistem
pengairan, listrik dan transportasi.
8.
Dana
Belajar
Sumber dana belajar yaitu, untuk murid disana tidak
dikenakan biaya kare na program ini untuk pemberdayaan kaum laki-laki yang ingin
mengikuti pemberdayaan ini di panti asuhan tersebut. Namun setiap tahunnya
panti asuhan mendapatkan sumbangan dari orang- orang dan lembaga- lembaga untuk
kebutuhan panti dan pemberdayaan anak-anak disana seperti menjahit, berniaga, bertani,
dan budidaya ikan. Jadi, dana yang didapat dari sumbangan tersebut dianggarkan
untuk kebutuhan panti, pemberdayaan, dll.
9.
Program
Kegiatan Belajar
Murid- murid disana praktek langsung dalam tentang
bagaimana mengolah dasar kolam (mengeringkan dan memupuk), membuat sarana
budidaya diantanranya membuat kurung- kurung (hapa) dan alat bantu pemberian
pakan. Pennanganan benih meliputi teknik menghitung dan menyeleksi benih yang
baik, mengangkat dan menebar benih, serta menghitung padat penebaran. Dalam materi pemeliharaan peserta diajarkan
cara membuat pakan buatan bentuk pellet, cara pemberian pakan, menghitung
pertumbuhan serta penanganan hama dan penyakit ikan.
10. Hasil Belajar
Hasil belajar yaitu sudah bisa menghasilkan ikan mas
yang dapat meningkatkan pendapatan murid- murid dan program pemberdayaan ikan
mas.
Dapat
diambil kesimpulan bahwa program pemberdayaan masyarakat yang terdapat di panti
asuhan Syubbaanul Wathon tersebut berjalan dengan cukup baik, karena hasil dari
program tersebut dapat dirasakan langsung oleh warga belajarnya, dan hingga
saat ini program itu masih berjalan. Selain mendapatkan ilmu tentang bagaimana
cara membudidayakan ikan mas, anak- anak disana juga khususnya laki- laki dapat
menjadi mandiri dengan ditanamkan jiwa wirausaha yang salah satunya yaitu
menjual hasil budidaya ikan dari pelatihan tersebut.
mantap nurul enii teruskan ...
BalasHapus