Analisis
Program Lembaga Swadaya Masyarakat YPAL (Yayasan Pribumi Alam Lestari) melalui Penerapan
Fungsi Menejmen dalam Organisasi
Nurul Aini
Program Studi Pendidikan Masyarakat
Universitas Siliwangi
Jl.Siliwangi
24, Tasikmalaya 46115, Jawa Barat, Indonesia
LSM, telah memainkan
peranan yang sangat penting dalam memobilisasi anggapan umum
tentang isu-isu penting seperti Lembaga Swadaya Masyarakat YPAL ( Yayasan Pribumi
Alam Lestari) bergerak dibidaang
lingkungan dan konservasi alam.
Abstrak
– Manajemen sangat dibutuhkan dalam pengelolaan program di organisasi baik
pemerintah maupun organisasi non pemerintah termasuk di LSM Yayasan Peduli
Lingkungan. Karena LSM merupakan sebuah organisasi, maka dalam organisasi
tidak terlepas dari program- program yang dibuat serta manajemen program yang dijalankan dalam pengelolaannya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis mengenai penerapan fungsi
manajemen di LSM Yayasan dalam pengelolaan
programnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode
kualitatif dengan subjek LSM Yayasan Pribumi Alam Lestari (YPAL). Hasil
penelitiannya berupa data mengenai bagaimana penerapan fungsi manajemen
terhadap pengelolaan program yang dijalankan di LSM tersebut dari mulai
perencanaan program, pengorganisasian program, pelaksanaan program hingga pengendalian
agar program berjalan sesuai yang diharapkan serta luaran yang dihasilkan dari
program tersebut.
1. Pendahuluan
Dalam perkembangan peradaban manusia dari masa ke masa,
cara hidup berkumpul dan bekerja sama untuk dapat meraih kehidupan yang lebih
baik semakin dirasakan penting. Dari zaman dulu praktik hidup berkumpul dan bekerja
sama telah banyak dilakukan oleh para nenek moyang manusia, hal inilah yang
menjadi cikal bakal terbentuknya organisasi hingga sekarang. [1]
Di Indonesia kelahiran organisasi dari beberapa masyarakat,oleh
masyarakat dan untuk masyarakat atau yang popular di sebut LSM (Lembaga Swadaya
Masyarakat) pada tahun 1970-an dilihat dari
krisis yang terjadi pada Negara Indonesia, kemiskinan, kerusakan
lingkungan, pelarian politik, kekerasan oleh Negara, pada dasaranya tidak berbeda dengan kelahiran
LSM internasonal. LSM adalah sebuah organisasi yang didirikan oleh perorangan
ataupun sekelompok orang yang secara sukarela memberikan pelayanan kepada masyarakat
umum tanpa bertujuan untuk memperoleh keuntungan
dari kegiatannya. [2]
LSM juga merupakan satu bagian yang
memiliki peranan didalam struktur kemasyarakatan, dimana jika salah satu
struktur itu tidak berjalan maka akan menggangu jalannya struktur secara
keseluruhan. Sehingga LSM sebagai organisasi yang menjalankan fungsi-fungsinya
harus mampu berperan dengan baik guna berjalannya struktur kemasyarakatan secara
keseluruhan. Berbagai kelompok dalam masyarakat
termasuk LSM, telah memainkan peranan yang sangat penting dalam memobilisasi
anggapan umum tentang isu-isu penting seperti LSM YPAL ( Yayasan Pribumi Alam
Lestari) bergerak dibidang lingkungan dan
konservasi alam.
Didirikan di Bandung Jawa Barat
Indonesia pada tanggal 21 April 1994, YPAL merupakan organisasi non-pemerintah
yang berkomitmen untuk melestarikan dan pemanfaatan
yang berkelanjutan dari sumberdaya alam dan keanekaragaman hayati di Indonesia.
LSM YPAL ini terfokus pada berbagai permasalahan lingkungan dan konservasi alam yang
ditimbulkan akibat dampak dari aktivitas manusia yang mengabaikan alam dan
tidak berwawasan lingkungan. [3]
Karena LSM merupakan sebuah organisasi, maka dalam organisasi tidak
terlepas dari program- program yang dibuat serta manajemen program yang dijalankan dalam pengelolaannya. Salah satunya LSM YPAL yang
memiliki banyak sekali program seperti penyadaran lingkungan, advokasi, jaringan,
maupun pemberdayaan masyarakat dengan pemberdayaan kebutuhan energi yang
berkelanjutan dan terbarukan untuk
masyarakat di kawasan konservasi.
Dengan dibentuknya
organisasi non pemerintahan ini maka dibutuhkan manajemen organisasi khususnya
manajemen program di LSM YPAL, karena
manajemen dan organisasi meruapakan dua sisi mata uang yang tak terpisahkan.
Keberadaan organisasi merupakan wadah bagi manajemen, tetapi manajemen pula
yang menentukan gerak dan napas organisasi. Artinya organisasi tidak dapat digerakkan tanpa manajemen dan
sebaliknya manajemen hanya dapat diimplementasikan dalam organisasi.
Dapat
dikatakan bahwa manajemen mencakup orang
yang melaksanakan tanggung jawab mencapai tujuan dalam suatu struktur
organisasi dan peran yang jelas.[4] Selain itu, manajemen adalah pencapaian tujuan yang telah
ditetapkan terlebih dahulu dengan menggunakan kegiatan orang lain yang terdiri
dari tindakan-tindakan perencanaan (planning),
pengorganisasian (organizing), penggerakan
(actuating), dan pengendalian (controlling).[5]
Dalam penelitian ini akan dianalisis
mengenai penerapan fungsi menejemen di LSM YPAL yaitu perencanaan program, pengorganisasian program, penggerakan dan
pengendalian dalam LSM YPAL.
2.
Metode
Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian
deskriptif dengan pendekatan kualitatif, sehingga data yang diperoleh dari
informasi dapat digambarkan secara deskriptif hingga data tersebut sampai titik
jenuh. Metode kualitatif adalah metode penelitian yang dimaksudkan untuk
memahami fenomena tentang apa yang dialami subjek penelitian secara holistik
dengan cara mendeskripsikan dalam format kata-kata dan bahasa, pada suatu
konteks khusus dengan dimanfaatkan berbagai metode alamiah .[6] Penelitian yang dilakukan yaitu melakukan observasi
di lapangan dan wawancara. Hasil observasi dan wawancara menghasilkan data
penelitian.[7]
3.
Hasil dan Pembahasan
Penerapan fungsi manajemen dalam
organisasi LSM YPAL ditinjau dari empat aspek a) perencanaan program, b)
pengorganisasian program yang akan dibentuk, c) penggerakan program , d)
pengendalian atau controling dalam
pelaksanaan program.
Perencanaan dapat
didefinisikan sebagai penetuan terlebih dahulu apa yang harus dikerjakannya.
Dalam perencanaan terlibat unsur penetuan yang berarti bahwa dalam perencanaan
tersebut tersirat pengambilan keputusan. Karena itu perencanaan dapat dapat
dilihat sebagai suatu proses dalam suatu
kerangka untuk mengambil keputusan dan
penyusunan rangkaian tindakan
selanjutnya di masa depan. Rencana yang baik akan merumuskan tujuan dan sasaran
apa yang ingin dicapai. Perencanaan adalah kumpulan keputusankeputusan. Planning
adalah suatu proses untuk menetukan rencana (plan).[8]
Perencanaan program merupakan langkah awal yang terdiri
dari dentifikasi kebutuhan yang ada di lingkungan, masalah- masalah yang ada, kemudian
dijadiakn acuan dalam pembuatan program guna menjadi solusi atas permasalahan dan
pemenuhan kebutuhan sesuai dengan visi misi yang telah ditetapkan LSM tersebut. Dalam
perencanaan program LSM YPAL target atau sasaran programnya merupakan masyarakat
dan lingkungan di Jawa Barat. Adapun beberapa program yang telah direncankan
oleh LSM YPAL yaitu (a) Energi
terbarukan di beberapa desa yang berada di
Cianjur yang belum memiliki aliran listrik dar PLN, (b) Konservasi Jenis , (c) Proyek
Garuda yang dilaksanakan di kawasan
cagar alam Gunung Tangkuban Perahu,
Gunung Burangrang dan Kamojang, (d) Pemberdayaan Masyarakat, (e) Pendidikan
Lingkungan. [9]
a)
Energi Terbarukan
Energi
Terbarukan dikenal sebagai energi hijau atau bersih. karena
tidak menghasilkan racun atau polutan yang berbahaya
bagi lingkungan. Selain itu energi ini selalu tersedia di alam yang terjaga dengan baik. Salah satu program YPAL yaitu Program Energi
Terbarukan bertujuan untuk memperdayakan masyarakat disekitar hutan yang tidak
terjangkau layanan listrik untuk membangun tenaga listrik micro hidro guna
memenuhi kebutuhan mereka akan energi listrik.
Adapun tujuan
utama dari program ini adalah mendorong masyarakat di sekitar hutan untuk turut serta menjaga dalam pengelolaan
hutan lestari. YPAL berkeyakinan jika masyarakat disekitar hutan mempunyai
kesadaran dan mau menjaga hutan. Maka hutan akan tetap lestari karena hutan
yang lestari akan sangat bermanfaat bagi kehidupan kita semua.
b)
Konservasi Jenis
Satu dari
setiap empat spesies hewan di planet ini terancam punah karena kehilangan
habitat / degradasi, eksploitasi berlebihan, polusi, penyakit, invasi spesies asing, meningkatnya
populasi manusia dan ancaman karena perubahan iklim. Pendekatan yang dilakukan
untuk melestarikan keanekaragaman hayati secara historis berpusat pada
menyelamatkan habitat dan, secara tidak langsung, melindungi spesies hidup
dalam lingkungan asli (insitu). Namun begitu besarnya
tekanan terhadap keberadaan spesies sekarang ini, berarti bahwa semua pilihan
layak dipertimbangkan, termasuk mengelola secara intensif di kebun binatang dan
pusat penangkaran (ex situ).
maka dengan adanya program Konservasi Jenis ini bahwa krisis spesies langka dapat lebih baik ditangani melalui usaha lebih kooperatif melibatkan banyak institusi dan keahlian untuk mempelajari spesies yang terancam punah.
maka dengan adanya program Konservasi Jenis ini bahwa krisis spesies langka dapat lebih baik ditangani melalui usaha lebih kooperatif melibatkan banyak institusi dan keahlian untuk mempelajari spesies yang terancam punah.
c)
Proyek Garuda
Proyek Garuda adalah program tindak
lanjut dari penelitian elang jawa oleh YPAL. Proyek ini merupakan bagian dari
implementasi Rencana Pemulihan yang telah didirikan oleh Kelompok Kerja
Pelestari Elang Jawa (KKPEJ). Upaya konservasi dilakukan terutama untuk meningkatkan kesadaran
masyarakat, baik yang tinggal di pinggiran hutan atau di perkotaan untuk
bersama sama menyelamatkan elang jawa dan habitatnya.
d)
Pemberdayaan
Masyarakat
Pengembangan masyarakat adalah
pendekatan jangka panjang membangun masyarakat aktif dan berkelanjutan
berdasarkan keadilan sosial dan saling menghormati. Selain itu, tentang
perubahan struktur kekuasaan untuk menghilangkan hambatan yang mencegah orang
yang berpartisipasi dalam isu-isu yang mempengaruhi kehidupan mereka dan
memungkinkan masyarakat itu sendiri untuk mengembangkan solusi untuk
masalah-masalah yang ditetapkan secara internal. Masih ada pandangan bahwa upaya
meyelematkan satwa dan lingkungan tidak berpihak atau bahkan bertentangan
dengan upaya peningkatan tarap hidup masyarakat.
YPAL menyadari tanpa meningkatkan pemberdayaan masyarakat
di sekitar kawasan konservasi. Maka hal tersebut bisa menjadi tekanan dan akan merusak kawasan konservasi
tersebut. Untuk itu pemberdayaan masyarakat sangat penting. Program pemberdayaan masyarakat
yang dibangun oleh YPAL adalah berlandaskan pada membangun etika masyarakat
terhadap lingkungannya dengan menumbuhkan rasa memiliki terhadap alam. Sehingga
masyarakat bergerak untuk menjaga alamnya.
e)
Pendidikan
Lingkungan
Pendidikan lingkungan adalah suatu proses untuk
mengembangkan kesadaran, kepedulian dan pengetahuan tentang lingkungan dan
belajar menggunakan pemahaman ini untuk melestarikan, melindungi dan
memanfaatkan lingkungan secara berkelanjutan untuk kepentingan generasi sekarang dan mendatang. Tujuan dari pendidikan lingkungan
hidup ini adalah mengharapkan dan membantu mereka menjadi warga yang
melek lingkungan, terampil dan berdedikasi yang bersedia untuk bekerja secara
individual dan kolektif untuk mencapai dan mempertahankan keseimbangan dinamis
antara kualitas hidup dan lingkungan dimasa sekarang dan masa depan.
Selanjutnya
penerapan fungsi manajemen dalam program LSM YPAL ini yaitu pengorganisasian
program. Dalam perngorganisasian dimana proses penentuan struktur dan alokasi
dalam program LSM YPAL masing masing anggota memiliki tugas dan wewenang yang
berbeda di setiap programnya. Pengorganisasian ini akan membentuk setiap penanggung
jawab, para profesional yang sesuai bidangnya untuk membantu menjalankan
program seperti dalam program Energi Terbarukan, Konservasi Jenis yang bermitra
dengan beberapa cagar alam yang ada di Jawa Barat dan sekitarnya. Sedangkan
untuk Proyek Garuda dikhususkan dalam pelaksanaannya oleh Kelompok Kerja
Pelestarian Elang Jawa (KKPEJ) dimana LSM YPAL sebagai fasilitator.
Untuk
program Pemberdayaan Masyarakat dan Pendidikan Lingkungan, dalam
pengorganisasiannya dibutuhkan para pengajar atau tutor yang sudah menjadi
anggota dari LSM YPAL yang sudah mengikuti pelatihan dan menjadi profesional.
Para tutor, pengajar, penanggung jawab dan staf lainnya dituntut untuk
meningkatkan ekonomi masyarakat lokal dengan melestarikan lingkungannya. Dalam
pengorganisasian ini dikenal istilah KISS (koordinasi, integrasi, simplifikasi,
dan sinkronisasi) dalam rangka menciptakan keharmonisan dalam kegiatan
organisasi.
Fungsi
manajemen ketiga yaitu pelaksanaan atau penerapan (actuating) yang Merupakan implementasi dari perencanaan dan
pengorganisasian, dimana seluruh komponen yang berada dalam satu sistem dan
satu organisasi tersebut bekerja secara bersama-sama sesuai dengan bidang
masing-masing untuk dapat mewujudkan tujuan.[10] Program- program dari LSM YPAL
ini terlaksana sesuai dengan apa yang direncanakan, seperti program Energi
Terbarukan yang sukses dilaksanakan di beberapa desa di Cianjur Jawa Barat
dengan membuat TLMH (Tenaga Listrik Micro Hidro) dengan menggunakan air terjun
sebagai bahan utama dalam aliran listrik ini. Sehingga warga di beberapa desa
di Cianjur yang belum memiliki aliran listrik dapat menggunakan listrik untuk
pemenuhan kebutuhan dan terdorong untuk melestarikan lingkungan di kawasan TLMH
tersebut.
Adapun
penerapan fungsi manajemen yang keempat yaitu pengendalian program (controling) yaang merupakan Merupakan
pengendalian semua kegiatan dari proses perencanaan, pengorganisasian dan
pelaksanaan, apakah semua kegiatan tersebut memberikan hasil yang efektif dan efisien serta bernilai
guna dan berhasil guna.[11] Dapat dilihat bahwa dalam LSM YPAL ini dari mulai
pengorganisasian hingga pelaksanaannya memberikan hasil yang efektif dan
efisien serta bernilai guna dan berhasil guna dengan luaran- lauaran program
dimana masyarakatnya selain peduli terhadap lingkungan juga mampu menjadi
masyarakat yang mandiri.
Seperti
dalam program Pemberdayaan Masyarakat dimana
luarannya dapat meningkatkan kemampuan lokal dalam melakukan sistem regulasi
hutan mereka terus menerus pada pertanian ramah lingkungan, produk dan akses
pasar dengan pengembangan energi alternatif untuk pencapaian yang menghasilkan
pendapatan salah satunya di desa Cikanaga Cianjur.
4.
Kesimpulan
Dapat
disimpulkan bahwa menejemen sangat penting dalam organisasi baik pemerintah
ataupun organisasi non pemerintahan. Tanpa menejemen dalam organisasi, maka
program- program yang dibuat tidak akan berjalan dan akan menimbulkan banyak
permasalahan. Penerapan fungsi manajemen dalam organisasi juga menjadi kunci
utama dalam mensukseskan program- program yang dibuat. Hal ini merupakan jalan
untuk mencapai visi misi atau tujuan dari organisasi tersebut.
Salah
satu organisasi non pemerintahan yang menerapkan fungsi manajemen yaitu LSM
YPAL. Dengan melaksanakan dan menerapkan fungsi menejemen yang memiliki empat
aspek (perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian) maka LSM
ini dapat sukses menjalankan program- programnya dalam bidang pelestarian alam.
Luaran yang dihasilkan dari program- program LSM ini juga bukan hanya sekedar
meningkatkan kulaitas alamnya tetapi juga kualitas sumber daya manusianya
sehingga dapat mandiri dalam pemenuhan ekonomi mereka. Dengan menerapkan fungsi
menejemen di organisasi dengan baik ini menjadikan LSM YPAL menjadi organisasi
non pemerintah semakin berkembang dari waktu ke waktu, terbukti dengan
banyaknya mitra yang dimiliki serta anggota dan pengurus yang berkualitas dalam
pelestarian alam.
Penghargaan
Penulis
ingin mengucapkan terimakasih kepada LSM Yayasan Pribumi Alam Lestari dan
Jurusan Pendidikan yang telah bekerjasama dan
mendukung penelitin ini.
Daftar Pustaka
[1]
Mulyadi, Deddy . (2015). Perilaku Organisasi dan Kepemimpinan Pelayanan. Bandung: Alfabeta
[2]
Ichsan, Malik,. (2004). Lembaga Swadaya Masyarakat
Menyuarakan Nurani Menggapai Kesetaraan. Jakarta: Buku Kompas
[3]
Profil LSM YPAL
[4]
Riffai, Muhammad dan Fadhli,
Muhammad. (2013). Manajemen Organisasi. Bandung: Litapustaka Media Perintis
[5] Sentot HG. (2000) Fungsi Pengawasan
dalam Penyelenggaraan Manajemen Korporasi. jurnal manajemen dan
kweirausahaan. (2)1: 43-56. Tersedia: Online:
http://puslit.petra.ac.id/journals/manajement/
[20 April 2018]
[6] Moleong,
L.J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.Mulyana
[7] Bungin,
Burhan. (2008). Analisis
Data Penelitian Kualitatif. Jakarta:
Raja Grafindo Persada
[8] Ismet M. 2015. Manajemen Komunikasi
Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda
Olahraga dalam Pekan Budaya Daerah (BIRAU) Kabupaten Bulungan. 3(3).
386- 401. Tersedia Online : http://ejurnal.ilkom.fisip.unmul.ac.id
[20 April 2018]
[9]
Profil Program LSM
YPAL
[10]
Sondang dan Siagian. (2000). Teori Pengembangan Organisasi. Jakarta: Bumi Aksara
[11]
Smith, B.C.(2007). Knowledge
Management. Jakarta: Rajawali Press
Komentar
Posting Komentar