Haloo sahabat educate, nona kembali nih dengan hal yang “war biazaah” :v... Yupsss kali ini nona mau ngasih tau kalian tentang asal- usul PLS atau Pendidikan Luar Sekolah, dan juga kenapa namanya banyak? Kenapa ada Penmas ( Pendidikan Masyarakat) atau Pendidikan nonformal? yang bener itu yang mana??? Soooo.... cek it guys ^^
.
.
.
Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia Pendidikan luar sekolah (Out of school education) adalah pendidikan yang dirancang untuk membelajarkan warga belajar agar mempunyai jenis keterampilan dan atau pengetahuan serta pengalaman yang dilaksanakan di luar jalur pendidikan formal (persekolahan).Pendidikan Luar Sekolah ini sekarang lebih dikenal dengan Pendidikan Masyarakat (Penmas) atau ada juga yang menggantinya dengan Pendidikan nonformal. So sama aja ya guys konsepnya antara PLS, Penmas atau Pendidikan Nonformal, hanya memang penggantian nama dari PLS ke Penmas atau Pend. Nonformal ini berbeda- beda.
Awal mula PLS atau sekarang lebih dikenal dengan nama Penmas ini dimulai sejak berdirinya jurusan Ilmu Pendidikan Masyarakat (IPENMAS) di lingkungan PTPG Bandung pada tanggal 21 September 1956. Seirama dengan peningkatan dan perkembangan obyek materiil yang
dihadapinya, maka pada tanggal 19 Mei 1960 jurusan IPENMAS berganti nama menjadi jurusan Ilmu Pendidikan dan Pekerjaan Kemasyarakatan (IPPK) serta pada tanggal 26 Juni 1964 berdasarkan hasil konferensi IKIP di Cibulan berubah nama menjadi jurusan Pendidikan Sosial (PENSOS).
Sesuai dengan hasil keputusan konverensi Pendidikan Sosial seluruh Indonesia ke I di Bandung tahun 1971 yang kemudian dikukuhkan oleh Surat Keputusan Rektor IKIP Bandung tanggal 31 Desember 1971 nomor 539/SP.Pst/ Ak/1971, nama jurusan tersebut berubah nama menjadi jurusan Ilmu Pendidikan dan Pengembangan Sosial (IPPS). Namun demikian perubahan nama jurusan sejak IPENMAS PTPG, IPPK-FKIP/A UNPAD, PENSOS IKIP dan sekarang jurusan IPPS FIP IKIP Bandung, tidak mengubah esensi dan prinsip yang disandangnya.
IPPS meskipun secara esensial jurusan ini mempunyai persamaan dengan jurusan Pedagogik, namun mempunyai fokus bidang garapan yang berbeda ialah lapangan pendidikan di luar persekolahan. Oleh karena itu perbedaan ini jelas mewarnai tujuan, isi, fungsi dan peranannya. Dharma pendidikan dari jurusan ini bukan hanya merupakan / diarahkan kepada mempersiapkan tenaga pendidik di luar sekolah, melainkan juga melayani perkuliahan kelengkapan bagi profesi keguruan dengan dasar-dasar pendidikan dan penelitian sosial.
Tri Dharma penelitian dan pengembangan Pendidikan Luar Sekolah dari jurusan ini dilakukan oleh dua lembaga yang merupakan counterpartnya ialah Lembaga Penyelidikan Kemasyarakatan (LPK) dan Lembaga Alat Peraga Pendidikan (LAPP). Dharma pengabdian masyarakat dari jurusan ini amat menonjol dengan terselenggaranya ratusan proyek penelitian dan pengembangan sosial mulai dengan lembaga pemerintah tingkat kabupaten, propinsi sampai tingkat pusat (Departemen Sosial, Lembaga Research Nasional, dsb).
Karena sifat dari tujuan dan program jurusan IPPS, maka pengabdian masyarakat merupakan salah satu kegiatan yang dilembagakan. Suatu hal yang patut disayangkan, semenjak kelahiran IKIP, dharma penelitian pendidikan yang sebelumnya dibina secara erat dengan LPP, LPK, LAPP, menjadi kurang jelas kaitannya, kalaupun tidak dapat dikatakan terputus sama sekali.
Semenjak tahun akademik 1979, pada jurusan IPPS dibuka program D1 PLS untuk memenuhi kebutuhan tenaga bagi Direktorat Jenderal PLSPO.
Nama Jurusan PLS secara resmi mulai digunakan sejak diterbitkan surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 0174/0/1983 tentang penataan jurusan pada Fakultas di lingkungan Universitas dan Institut Negeri. Perubahan nama ini kemudian dikukuhkan dengan surat keputusan Rektor IKIP Bandung Nomor 6744/PT.25.R/Q/tanggal 10 September 1983, dan pada tahun 2014 berdasarkan Nomeklatur UPI semua Jurusan berganti nama menjadi Departemen
Para perintis, pelopor, pendiri dan pengembangan jurusan/departemen ini antara lain tercatat : Prof. Sadarjun Siswomartojo (alm), Prof. Dr. R.A. Santoso, M.Sc.Ed. (Alm), kemudian Ny. Rahayu Hanafiah, M.Sc.Ed., Drs. Bohar Soeharto yang ditunjang pula oleh Prof. Dr. Suparjo Adikoesoemo (alm), Mr. G. Silitonga, Mr. Soepardo (alm), Dr. (HC) M. Sutardjo Kartohadikusumo (alm), Prof. Mr. Sumantri Praptokusumo (alm), Prof. Ir. Anwas Ardiwilaga (alm).
Gimana guys? sudah mulai mengenal apa itu Penmas kan? memang sangat sangaat luas sekali ... next nona akan lanjut lagi tentang alasan kenapa sih Penmas itu dibuat? So... tetep pantengin info seputar Penmas yo guys.... ^^/
Jangan lupa comment di bawah yaa!!! Semoga harimu menyenangkan :D
Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan_luar_sekolah
http://pls.upi.edu/info/sejarah
Komentar
Posting Komentar